<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Family First</title>
	<atom:link href="http://forbelovedfamily.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forbelovedfamily.com</link>
	<description>For beloved family &#38; being loved family</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 May 2011 03:21:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Manfaat Menyusui Bagi Anak dan Ibu</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/05/manfaat-menyusui-bagi-anak-dan-ibu/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/05/manfaat-menyusui-bagi-anak-dan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 03:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Publikasi pada foxnews.com tentang hasil penelitian terkait dengan manfaat menyusui bagi sang anak dan ibu kembali menguatkan hasil penelitian yang sebelumnya telah dilakukan. Bayi yang disusui oleh ibu memiliki lebih sedikit permasalahan perilaku hingga usia mereka mencapai lima tahun dibandingkan dengan bayi yang menerima susu formula. Dalam sebuah studi yang dikutip dari jurnal Archives of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Publikasi pada foxnews.com tentang hasil penelitian terkait dengan manfaat menyusui bagi sang anak dan ibu kembali menguatkan hasil penelitian yang sebelumnya telah dilakukan. Bayi yang disusui oleh ibu memiliki lebih sedikit permasalahan perilaku hingga usia mereka mencapai lima tahun dibandingkan dengan bayi yang menerima susu formula.<span id="more-61"></span></p>
<p>Dalam sebuah studi yang dikutip dari jurnal Archives of Disease in Childhood, para peneliti Inggris menggunakan kuisioner penelitian yang diisi oleh orang tua dimana memuat pertanyaan tentang anak-anak mereka dan ditemukan bahwa skor abnormal lebih rendah bagi anak-anak yang disusui oleh ibu setidaknya selama empat bulan proses menyusui.</p>
<p>Maria Quigley dari unit epidemiologi perinatal nasional di Universitas Oxford yang memimpin penelitian ini menyampaikan beberapa hasil penelitiannya diantaranya adalah anak yang disusui oleh ibunya memiliki tingkat infeksi lebih rendah dan ibu yang menyusui memiliki resiko terkena kanker payudara lebih rendah. Manfaat lainnya adalah rendahnya permasalahan tentang perilaku dan juga permasalahan kegemukan, namun kelompok peneliti Inggris masih menemukan fakta bahwa hal ini belum konsisten dari beberapa studi yang dilakukan.</p>
<p>Dalam penelitian dari Universitas Oxford, Essex, York dan dari Universitas College London melakukan survey nasional di Inggris dengan sampel penelitian bayi yang terlahir di tahun 2000-2001 yang dinamai dengan Studi Kelompok Milenium dan menggunakan data lebih dari 9.500 ibu dan bayi dengan latar belakan etnis kulit putih.</p>
<p>Para peneliti mengambil data terkait ibu yang menyusui dan berapa lama mereka menyusui lalu mengkombinasikan dengan kuisioner yang mereka lakukan sendiri untuk mengidentifikasi anak-naka yang berpotensi memiliki permasalahan perilaku. Mereka menemukan skor abnormalnya, dimana mengindikasikan permasalahan perilaku yang berpotensi muncul. Anak-anak yang disusui oleh ibunya setidaknya selama 4 bulan memiliki potensi permasalahan perilaku lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang diberikan susu formula. Dan, semakin lama anak disusui maka semakin rendah resiko dia memiliki permasalahan perilaku.</p>
<p>Para peneliti mengatakan satu alasan yang mendasari hasil penemuan ini adalah susu ibu mengandung sejumlah asam lemak polyunsaturasi rantai panjang, faktor dan hormon pertumbuhan yang penting bagi perkembangan sistem otak dan syaraf. Hasilnya juga dijelaskan oleh fakta bahwa menyusui akan menciptakan lebih banyak interaksi antara ibu dan anak dan pembelajaran yang lebih baik mengenai perilaku menerima.</p>
<p>Peter Kinderman, a professor of clinical psychology at the University of Liverpool, who was not involved in the study, said it was a good piece of research with important findings.<br />
Peter Kinderman, seorang profesor psikologi klinis di Universitas Liverpool, yang tidak terlibat di penelitian ini, mengatakan bahwa penelitian ini memberikan hasil-hasil penemuan yang penting. Ikatan yang positif antara orang tua dan anak dipelajari membantu untuk perkembangan. Hasil penelitian ini memberikan fakta bahwa menyusui dan ikatan antara ibu-anak tidak hanya memberikan manfaat kesehatan fisik tetapi juga perkembangan psikologi anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/05/manfaat-menyusui-bagi-anak-dan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negara Terbaik dan Terburuk Bagi Ibu</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/05/negara-terbaik-dan-terburuk-bagi-ibu/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/05/negara-terbaik-dan-terburuk-bagi-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 10:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Para ibu di Norwegia dan Australia dianggap ibu yang paling bahagia karena menurut &#8220;Indeks Ibu&#8221; yaitu hasil penelitian tahunan ke-11 dari organisasi independen &#8220;Save the Children&#8221; dimana merangking tempat yang paling baik dan paling buruk bagi ibu, menyatakan bahwa dua negara tersebut berada di rangking 1 dan 2. Sedangkan Afghanistan menempati urutan paling bawah dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para ibu di Norwegia dan Australia dianggap ibu yang paling bahagia karena menurut &#8220;Indeks Ibu&#8221; yaitu hasil penelitian tahunan ke-11 dari organisasi independen &#8220;Save the Children&#8221; dimana merangking tempat yang paling baik dan paling buruk bagi ibu, menyatakan bahwa dua negara tersebut berada di rangking 1 dan 2. Sedangkan Afghanistan menempati urutan paling bawah dari 160 negara yang disurvey, dimana meliputi 43 negara maju dan 117 negara berkembang.<span id="more-51"></span></p>
<p>Indeks ibu itu sendiri berdasarkan pada sebuah analisa dari indikator-indikator kesehatan dan kesejahteraan anak dan wanita, dan secara jelas menggambarkan tentang akses mereka terhadap pendidikan, kesempatan ekonomi-materi dan kepedulian akan kesehatan anak. Faktor-faktor ini akan memberikan kesempatan kepada ibu dan anak untuk lebih bisa bertahan dan berkembang.</p>
<p>Untuk 10 besar tempat terbaik bagi seorang ibu adalah: Norwegia, Australia, Islandia, Swedia, Denmark, Selendia baru, Finlandia, Belanda, Belgia dan Jerman. Sedangkan 10 negara terbawah dari urutan 160 hingga 151 adalah Afganistan, Nigeria, Chad, guinea-Bissau, yaman, Kongo, Mali, Sudan, Eritrea dan Equatorial Guninea</p>
<p>Untuk kategori negara berkembang dibagi menjadi dua kategori yaitu 77 negara dikategori atas dan 40 negara dikategori bawah. Sedangkan, Indonesia masuk pada kategori atas negara berkembang yaitu tergabung dengan 77 negara. Dari 77 negara tersebut Indonesia menempati urutan 54 dan berada di bawah negara ASEAN Vietnam yang berada diposisi 31, Malaysia di 38 dan Filipina di 48.</p>
<p>Untuk daftar lengkap untuk hasil studi tersebut dapat diperoleh di: <a href="http://www.savethechildren.org/atf/cf/%7B9def2ebe-10ae-432c-9bd0-df91d2eba74a%7D/SOWM-2010-INDEX-RANKINGS.PDF">http://www.savethechildren.org/atf/cf/%7B9def2ebe-10ae-432c-9bd0-df91d2eba74a%7D/SOWM-2010-INDEX-RANKINGS.PDF</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/05/negara-terbaik-dan-terburuk-bagi-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Musik saat Berolah Raga</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/pentingnya-musik-saat-berolah-raga/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/pentingnya-musik-saat-berolah-raga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 02:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Studi]]></category>
		<category><![CDATA[tip & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Ravish Taori seorang fisioterapis di lifemojo.com menyampaikan peranan penting dari musik sebagai bagian dari kegiatan berolah raga kita. Dari beberapa studi tentang gerakan aerobik pada awal tahun 70-an dikatakan bahwa latihan yang diiringin dengan musik yang baik dapat meningkatkan manfaat berolah raga anda secara keseluruhan. Mendengarkan musik saat latihan akan meningkatkan kebugaran, komitmen dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan Ravish Taori seorang fisioterapis di lifemojo.com menyampaikan peranan penting dari musik sebagai bagian dari kegiatan berolah raga kita. Dari beberapa studi tentang gerakan aerobik pada awal tahun 70-an dikatakan bahwa latihan yang diiringin dengan musik yang baik dapat meningkatkan manfaat berolah raga anda secara keseluruhan. Mendengarkan musik saat latihan akan meningkatkan kebugaran, komitmen dan perasaan senang anda. Menurut dokter dan para peneliti, anda dapat meningkatkan motivasi dan konsentrasi anda juga menurunkan usaha sadar anda saat anda berlatih dengan cara sederhana yaitu menambahkan musik saat kita berolah raga.<span id="more-57"></span></p>
<p>Banyak kajian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik selama berolah raga dapat meningkatkan hasil yang diinginkan, orang akan berlatih lebih lama dan lebih menikmati kegiatan olah raga dan musik juga mengurangi diri dari hal-hal negatif seperti kelelahan. Para peneliti menunjukkan bahwa efek olah raga dengan musik lebih memberikan manfaat positif dibandingkan dengan kondisi tanpa musik. Berikut beberapa manfaat musik saat berolah raga:</p>
<ol>
<li>Musik mengalihakan perhatian seseorang dari pengulangan gerakan sehingga mengurangi perasaan lelah, kehabisan tenaga dan kebosanan.</li>
<li>Musik dapat mengurangi faktor-faktor yang berkontribusi menyebabkan sakit, tegangan, kegelisahan dan ketidaknyamanan.</li>
<li>Musik dapat bereaksi sebagai pemicu yang dapat meningkatkan kinerja. Pernafasan dan tingkat denyut jantung akan meningkat sehingga dapat membantu anda untuk mengintensifkan latihan anda.</li>
<li>Pergerakan badan dengan mengikuti ritmen musik akan meningkatkan hasil latihan.</li>
<li>Kualitas ritme dapat meningkatkan kemampuan fisik dan dapat meningkatkan kemampuan gerakan.</li>
<li>Kekuatan fisik juga dapat ditambahkan dengan mendengarkan beberapa jenis musik. Musik yang menenangkan akan menurunkan ketegangan otot. Musik yang berirama cepat dapat meningkatkan ketegangan otot.</li>
<li>Musik menghasilkan perasaan positif dan mencegah pemikiran negatif.</li>
<li>Musik dapat membuat latihan olah raga menjadi menyenangkan, menarik dan mendorong kita untuk selalu ingin berolah raga.</li>
</ol>
<p>Hal-hal yang harus diingat saat memainkan musik saat olah raga:</p>
<ol>
<li>Ulang musik dengan urutan standar. Hindari memasang musik dengan urutan musik yang dapat ditebak atau musik yang membosankan.</li>
<li>Jaga volume musik pada kondisi yang dapat diterima. Hindari musik yang terlalu kencang dimana dapat merusak pendengaran. Jika saat berolah raga di jalanan ramai, tetaplah perhatikan sekeliling seperti lalu lintas sekitar atau rambu-rambu.</li>
<li>Jangan gunakan musik sebagai alat untuk mendorong tubuh anda untuk berolah raga melebihi batasan kemampuan tumbuh. Perhatikan tanda-tanda kelelahan, sakit atau tegangan yang berlebihan pada tubuh anda.</li>
<li>Belilah alat pengait untuk pemutar musik anda. Jangan dipegang saat anda sedang berolah raga.</li>
<li>Jangan habiskan waktu hanya mencari musik yang ingin didengarkan saja. Aturlah urutan lagu yang ingin didengarkan sebelum melakukan olah raga.</li>
</ol>
<p>Musik yang terbaik saat berolah raga tidaklah standar tetapi bersifat subjektif sesuai dengan selera masing-masing. Mainkanlah musik yang disukai apakah itu jenis musik pop, rock, rap, dangdut atau apapun. Lagu-lagu yang menyenangkan akan membuat latihan anda menjadi lebih efektif dan tujuan mendapatkan gaya hidup yang lebih sehat akan semakin dekat untuk diraih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/pentingnya-musik-saat-berolah-raga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Olah Raga Selama Hamil</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/manfaat-olah-raga-selama-hamil/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/manfaat-olah-raga-selama-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 11:06:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Studi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Di website www.myhealthnewsdaily.com mengatakn bahwa olah raga selama kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi jantung si ibu tetapi juga bermanfaat baik bagi jantung janin, ini adalah hasil studi kesehatan yang dilakukan. Hasil studi itu menunjukkan bahwa olah raga teratur selama kehamilan akan menurunkan tingkat detak jantung janin, dan ini akan sangat membantu bayi saat dilahirkan hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di website www.myhealthnewsdaily.com mengatakn bahwa olah raga selama kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi jantung si ibu tetapi juga bermanfaat baik bagi jantung janin, ini adalah hasil studi kesehatan yang dilakukan.<span id="more-53"></span></p>
<p>Hasil studi itu menunjukkan bahwa olah raga teratur selama kehamilan akan menurunkan tingkat detak jantung janin, dan ini akan sangat membantu bayi saat dilahirkan hingga usia satu bulan. Dengan tingkat detak jantung yang rendah bagi bayi ini menunjukkan kondisi kesehatannya yang baik. Penemuan dari studi itu jugan menganjurkan olah raga selama kehamilan adalah hal yang paling dapat dilakukan seorang ibu untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskuler janinnya setelah lahir.</p>
<p>Hasil dari olah raga kehamilan telah mempengaruhi cara sistem syaraf dan jantung berkembang, saat bayi terlahirkan kita akan dapat melihat perbedaannya dimana bayi akan lebih sehat, kata peneliti studi tersebut yaitu Linda E. May seorang fisiolog olah raga dan ahli anatomi di Universitas Kansas City untuk jurusan Kesehatan Biosains.</p>
<p>Penelitian itu sendiri melibatkan 61 ibu hamil. Fungsi jantung ibu dan anak dipantau selama hamil dan setelah melahirkan. Wanita dibagi menurut jumlah dan tipe olahraga yang akan dilakukan. Olah raganya meliputi berjalan, berlari, yoga dan angkat beban. Wanita yang berolahraga setidaknya 30 menit per hari, tiga hari seminggu memiliki janin dengan tingkat detak jantung lebih rendah dibandingkan yang tidak melakukan olah raga. Perbedaan antara kelompok ini terus dilihat selama satu bulan bayi dilahirkan.<br />
Bayi dari ibu yang berolahraga juga memiliki variabilitas tingkat denyut jantung yang terus meningkat, hal ini berarti menunjukkan jantung dikontrol dengan lebih baik oleh sistem syaraf. Belumlah jelas bagaimana olahraga selama kehamilan dapat bermanfaat bagi jantung janin. Tetapi dimungkinkan bahwa hormon atau faktor pertumbuhan yang dihasilkan oleh si ibu selama olah raga melewati plasenta dan menstimulasi perkembangan bayi.</p>
<p>Studi tersebut juga menambahkan dengan melakukan olah raga selama kehamilan akan memperingan sakit pada bagian belakang tubuh ibu dan menurunkan tekanan darah ibu dan juga meningkatkan mood si ibu. Sebagian besar tipe olah raga seperti berlari, latihan beban dan berenang aman untuk dilakukan selama hamil bagi ibu yang sehat. Namun, beberapa tipe olah raga dapat mengganggu janin dan seharusnya dihindari adalah scuba diving yang dapat mengurangi oksigen bagi janin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/manfaat-olah-raga-selama-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amankah Pemanis Buatan Bagi Ibu Hamil?</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/amankah-pemanis-buatan-bagi-ibu-hamil/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/amankah-pemanis-buatan-bagi-ibu-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 08:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Larissa Hirsch, MD seorang editor medis KidsHelath dan sejumlah pusat media kesehatan anak lainnya, dia juga seorang ahli di Rumah sakit Anak Alfred I duPont membagi pengetahuannya tentang apakah pemanis buatan aman bagi ibu hamil melalui kidshelath.org. Berikut adalah cuplikan tulisannya. Memang ada beberapa pendapat dan perdebatan mengenai keamanan dari pemanis buatan, khususnya aspartam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Larissa Hirsch, MD seorang editor medis KidsHelath dan sejumlah pusat media kesehatan anak lainnya, dia juga seorang ahli di Rumah sakit Anak Alfred I duPont membagi pengetahuannya tentang apakah pemanis buatan aman bagi ibu hamil melalui kidshelath.org. Berikut adalah cuplikan tulisannya.<span id="more-48"></span></p>
<p>Memang ada beberapa pendapat dan perdebatan mengenai keamanan dari pemanis buatan, khususnya aspartam dan sakarin, tetapi sebagian besar para profesional kesehatan meyakini bahwa itu semua aman jika digunakan dalam keadaan tidak berlebihan.</p>
<p>Satu hal yang jelas adalah anda sebaiknya menghindari aspartam jika anda memiliki penyakin turunan phenylketonuria atau PKU dimana tubuh tidak dapat mengurai zat phenylalanine yang ada pada aspartam. para penilai juga masih tidak merekomendasikan walaupun sakarin aman digunakan saat hamil. Walaupun dikatakan bahwa sakarin dapat menutupi plasenta dan dapat menumpuk pada janin, tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa pemanis tersebut berbahaya bagi bayi yang ada di dalam kandungan.</p>
<p>Kata-kata yang perlu digarisbawahi adalah tidak apa-apa jika perlu dilakukan diet soda atau gula, tetapi akan sangat bijak untuk memeriksa label produk dan mencoba untuk membatasi penggunaan pemanis buatan (khususnya sakarin). Dan tanyalah dokter anda tentang pemanis lainnya termasuk yang sifatnya masih baru di pasar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/amankah-pemanis-buatan-bagi-ibu-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latihan Karate Untuk Anak Autis</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/latihan-karate-untuk-anak-autis/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/latihan-karate-untuk-anak-autis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 08:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Paparan singkat dari Wendy Harron, BS, OTR/L yaitu seorang praktisi Jasa Rehabilitasi dan Terapi Rawat Jalan di Rumah Sakit Anak Alfred I duPont di Wilmington pada kidshealth.org tentang peranan olah raga karate terhadap anak dengan autisme dapat dilihat berikut ini. Karate merupakan aktifitas yang baik bagi anak dengan autisme. Karate dapat membantu kordinasi, kekuatan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paparan singkat dari Wendy Harron, BS, OTR/L yaitu seorang praktisi Jasa Rehabilitasi dan Terapi Rawat Jalan di Rumah Sakit Anak Alfred I duPont di Wilmington pada kidshealth.org tentang peranan olah raga karate terhadap anak dengan autisme dapat dilihat berikut ini.<span id="more-44"></span></p>
<p>Karate merupakan aktifitas yang baik bagi anak dengan autisme. Karate dapat membantu kordinasi, kekuatan dan kontrol badan anak-anak tersebut dan juga bagi siapapun. Jadi akan sangat membantu bagi orang tua dapat memasukan anak-anak dengan autisme pada kelas latihan karate dengan sebelumnya memberitahukan kepada pelatih mereka.</p>
<p>Beberapa anak dengan autisme menyukai rutinitas. Rutin dalam melakukan hal-hal yang sama, pada saat waktu yang sama, dan dengan urutan kegiatan yang sama akan membantu mereka apa yang benar-benar mereka inginkan. Jika memungkinkan, pelatih dapat membuat sebuah daftar tentang teknik dan gerakan khusus untuk anak-anak dengan autisme. Hal ini dapat membantu anak-anak lain juga.</p>
<p>Anak-anak dengan autisme tidak begitu suka diberikan dengan begitu banyak cara komunikasi. Jadi bagi pelatih akan lebih baik memberikan arahan yang lugas dan jelas. Beberapa anak dengan autisme sangatlah sensitif, hal-hal seperti kebisingan dan sentuhan membuat mereka beraksi secara defensif/bertahan. Dan para pelatih juga harus mengetahuinya untuk mulai secara bertahap untuk melatih mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/latihan-karate-untuk-anak-autis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menghindari Saling Berteriak dan Meningkatkan Kedekatan</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/cara-menghindari-saling-berteriak-dan-meningkatkan-kedekatan/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/cara-menghindari-saling-berteriak-dan-meningkatkan-kedekatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 02:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[tip & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan dari Jacqueline Green di greatparentingpractices.com mungkin dapat dijadikan salah satu referensi untuk menghindari kebiasaan terus berteriak dan menjaga kedekatan antar anggota keluarga. Berteriak mungkin sudah dikategorikan sebagai bentuk tamparan baru. Saat dilakukan survey terhadap orang tua, seringkali ditanyakan bagaimana cara untuk tidak berteriak ke anak. Walaupun ada kemajuan bahwa tidak lagi memukul anak-anak, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan dari Jacqueline Green di greatparentingpractices.com mungkin dapat dijadikan salah satu referensi untuk menghindari kebiasaan terus berteriak dan menjaga kedekatan antar anggota keluarga. Berteriak mungkin sudah dikategorikan sebagai bentuk tamparan baru. Saat dilakukan survey terhadap orang tua, seringkali ditanyakan bagaimana cara untuk tidak berteriak ke anak.<span id="more-38"></span></p>
<p>Walaupun ada kemajuan bahwa tidak lagi memukul anak-anak, tetapi orang tua selalu terjebak dengan meneriaki anak-anaknya, saat disadari hal ini bukanlah cara yang mereka inginkan. Berteriak dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang terhadap hubungan dan juga kepada kepercayaan diri, dan menyebabkan anak-anak kita akan mengabaikan kita untuk mencegah itu terjadi.</p>
<p>Beberapa orang tua terus berteriak kepada anak mereka padahal mereka sebenarnya ingin menanyakan anak anda dengan tenang dan terus dekat. Tapi saat anak anda berperilaku buruk dan membuat emosi meninggi, akan sangat gampang memicu kebiasaan berteriak kita walaupun tidak diinginkan. Berteriak selalu menjadi sebuah kebiasaan buruk yang anda sendiri tidak tahu untuk menghilangkannya. Dari pengalaman kita sebagai orang tua, kita mendapati banyak hal yang dapat membuat kita marah, kita perlu untuk mengatasi depresi, ada tiga langkah sederhana namun memberikan efek baik yaitu:</p>
<p><strong>1. Tentukan Niat</strong></p>
<p><strong></strong>Kunci pertama untuk belajar tidak berteriak adalah menentukan niat. Terdengar sederhana memang, tetapi jika anda tidak dapat mengartikulasikan secara jelas bahwa anda ingin berhenti berteriak, anda tidak akan pernah berhenti. Sebagaimana Stephen Covey dan para pemikir lainnya katakan, kita perlu memulai dengan hal yang jelas dalam fikiran kita.</p>
<p>Akan lebih kuat daripada sekedar mengatakannya tetapi menuliskannya. Tuliskan deklarasi tersebut di pintu lemari es anda, ini akan menjadi pengingat yang akan merubah proses. Jika anda sabar maka anda akan berubah. Dengan menempatkan komitmen anda pada daerah yang terus anda lihat, anda akan lebih berkomitmen dan merasa jauh lebih pantas untuk melanjutkannya. Ini penting karena perubahan dapat dirasakan begitu susah di awal-awal waktu, jadi anda perlu pengingat dan tekanan untuk melakukannya.</p>
<p><strong>2. Mengurangi Frustasi dan Stress anda secara keseluruhan</strong></p>
<p><strong></strong>Anda perlu mulai mempelajari perangkat yang akan menurunkan tingkat frustasi anda secara keseluruhan, dan membantu anda untuk dapat melakukan pilihan yang lebih baik. Banyak orang tua, khususnya ibu tidak baik dalam menjaga diri. Anda tidak akan dapat menjadi orang tua terbaik bagi anak anda jika anda tidak dapat menjaga diri anda. Jika anda memiliki permasalahan dengan mental atau fisik, atasi masalah ini dulu.</p>
<p><strong>3. Mempelajari perangkat untuk membantu anda menghadapi permasalahan</strong></p>
<p><strong></strong>Sepanjang usaha menjaga diri, anda perlu perangkat untuk membantu anda berhenti berteriak. Satu perangkat yang efektif adalah kemampuan bernafas dengan dalam. Bernafas dengan dalam dapat membantu anda dalam kondisi apapun untuk mengendalikan diri, dimana anda akan memiliki kekuatan untuk membantu anda membuat pilihan yang lebih baik.</p>
<p>Sepanjang perjalanan anda untuk menjadi orang tua yang bebas teriakan, gunakan kata-kata Hal RUnkel yaitu bersabar. Perubahan memerlukan waktu, dan anda menunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka dapat berubah dengan mencontohi anda. Jika anda tidak menghasilkan perkembangan, carilah cara lain untuk melakukannya. Cari orang tua lain untuk diajak bicara, masuklah kelas mengenai tata cara menjadi orang tua</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/cara-menghindari-saling-berteriak-dan-meningkatkan-kedekatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Dilakukan Saat Anak Khawatir &amp; Gelisah</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/apa-yang-dilakukan-saat-anak-khawatir-gelisah/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/apa-yang-dilakukan-saat-anak-khawatir-gelisah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 02:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[tip & trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Saat anak-anak sangat gelisah dan khawatir, orang tua dapat juga ikut-ikutan panik karena tidak ingin anaknya terus gelisah dan sebenernya akan memperparah kegelisahan anak-anak tersebut. Ini umum terjadi saat orang tua mencoba untuk menyelesaikan masalah ketakutan si anak. Kali ini Clark Goldstein, PhD seorang psikolog dari pusat Gangguan Perasaan dan Kegelisahaan Institut Pemikiran Anak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat anak-anak sangat gelisah dan khawatir, orang tua dapat juga ikut-ikutan panik karena tidak ingin anaknya terus gelisah dan sebenernya akan memperparah kegelisahan anak-anak tersebut. Ini umum terjadi saat orang tua mencoba untuk menyelesaikan masalah ketakutan si anak. Kali ini Clark Goldstein, PhD seorang psikolog dari pusat Gangguan Perasaan dan Kegelisahaan Institut Pemikiran Anak yang dikutip dari www.childmind.org akan membagi trik untuk menolong anak dari  kegelisahannya.<span id="more-33"></span><br />
<strong>1. Tujuannya bukanlah menghilangkan kegelisahan, tetapi untuk membantu sang anak untuk mengaturnya.</strong></p>
<p>Tidak ada dari kita ingin melihat seorang anak merasa tidak senang, tetapi cara yang paling baik untuk membantu anak-anak mengatasi kegelisahannya sendiri bukanlah mencoba untuk menghilangkan penyebab yang membuatnya menjadi gelisah. Cara yang paling baik adalah membantu anak-anak belajar untuk mentolerir atau membiasakan diri mereka dengan kegelisahan tersebut sebaik mungkin. Dengan begitu kegelisahan akan menurun atau hilang seiring waktu.</p>
<p><strong>2. Jangan menghilangkan benda atau hal tertentu karena dapat membuat anak menjadi gelisah dan khawatir.</strong></p>
<p>Membantu anak-anak menghindari hal-hal yang mereka takuti akan membuat mereka menjadi nyaman dalam jangka pendek, tetapi ini akan menumbuhkan rasa kegelisahan dan kekhawatiran dalam jangka panjang. Jika seorang anak yang berada dalam kondisi yang tidak nyaman dan mulai marah dan menangis&#8211;bukan untuk memanipulasi tetapi karena memang tidak nyaman&#8211;dan orang tuanya segera memindahkan si anak atau menyingkirkan hal-hal yang ditakuti si anak, sang anak akan belajar dan mengulanginya terus menerus.</p>
<p><strong>3. Mengekspresikan dengan positif tetapi tetap realistis</strong></p>
<p>Anda tidak dapat memberikan janji kepada seorang anak bahwa ketakutan yang dihadapi si anak sebenarnya tidak ada, seolah-olah anak tidak akan gagal menjalani sebuah tes, dia akan menikmati bermain ice skate, atau anak lain tidak akan menertawakannya saat dia muncul dan berkata. Tetapi anda dapat mengekspresikan kepercayaan diri bahwa dia akan baik-baik saja, dia akan mampu untuk menghadapinya, dan saat dia menghadapi ketakutannya, tingkat kegelisahan dan kekhawatirannya akan turun seiring waktu. Hal ini akan memberikan kepercayaan diri bahwa harapan terhadap hal tersebut bersifat nyata, dan anda tidak pernah memintanya untuk melakukan hal yang tidak bisa ia lakukan.</p>
<p><strong>4. Hargai perasaannya, tetapi jangan mengikutinya</strong></p>
<p><strong></strong>Penting untuk dipahami bahwa validasi tidak selalu berarti persetujuan. Jadi jika seorang anak ketakutan pergi ke dokter karena takut disuntik, anda tidak ingin mengecilkan ketakutannya, tetapi anda juga tidak ingin memperbesar-besarkannya. Pesan yang perlu disampaikan adalah &#8220;Saya tahu kamu takut, dan itu tidak apa-apa, Ibu/ayah disini dan akan membantu kamu untuk melewatinya bersama-sama.&#8221;</p>
<p><strong>5. Jangan bertanya dengan cara menyudutkan</strong></p>
<p><strong></strong>Dorong anak anda untuk menyampaikan perasaannya, tetapi jangan coba untuk bertanya dengan menyudutkan&#8211;&#8221;Apakah kamu khawatir dengan tes yang akan kamu janalnkan tersebut? Apakah kamu khawatir dengan pelajaran sains?&#8221; Untuk menghindari masuk kepada siklus kegelisahan, tanyakan saja dengan pertanyaan yang sifatnya terbuka: &#8220;Bagaimana perasaan mengenai pelajaran sains?&#8221;</p>
<p><strong>6. Jangan memperjelas ketakutan anak</strong></p>
<p><strong></strong>Misalkan seorang anak memiliki pengalaman yang negatif dengan seekor anak. Di lain waktu dia berada di dekat seekor anjing, anda mungkin khawatir dengan respon anak anda saat kondisi tersebut, dan anda mungkin secara tidak sengaja mengirimkan pesan kepadanya bahwa anak tersebut akan khawatir.</p>
<p><strong>7. Mendorong anak untuk mentolerir atau &#8220;bersahabat&#8221; dengan kegelisahannya</strong></p>
<p><strong></strong>Biarkan anak anda tahu bahwa anda akan mengapresiasi untuk sikap si anak dalam mentolerir kegelisahan. Hal ini akan benar-benar mendorongnya untuk kuat dalam kehidupan dan menganggap kegelisahan adalah hal yang biasa. Kegelisahan tersebut akan menurun seiring waktu jika si anak secara terus-menerus bersentuhan dengan hal-hal yang membuatnya stress. Bahkan kegelisahan tersebut akan hilang sama sekali, mungkin tidak akan serta-merta akan hilang seperti yang kita harapkan tetapi kita akan dapat mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut.</p>
<p><strong>8. Cobalah untuk memperpendek waktu pembahasan</strong></p>
<p><strong></strong>Saat kita takut akan sesuatu, waktu yang paling berat adalah sesaat sebelum kita menghadapinya. Jadi aturan bagi orang tua adalah benar-benar mencoba untuk menghilangkan atau mengurangi waktu pembahasan. Jika seorang anak khawatir saat akan ke dokter, anda tidak akan melakukan diskusi tentang ke dokter dua jam sebelum berangkat; ini akan membuat anda akan menjadi lebih takut. Jadi cobalah perpendek waktu tersebut seminimal mungkin.</p>
<p><strong>9. Fikirkan hal-hal yang terkait dengan anak tersebut</strong></p>
<p><strong></strong>Kadangkala akan sangat membantu jika membicarakan apa yang akan dilakukan jika kondisi yang anak takuti terjadi dan mengatakan apa yang seharusnya dilakukan. Seorang anak yang khawatir karena terpisah dari orang tuanya akan khawatir jika tidak ada yang menjemputnya. Jadi kita akan menyampaikan: Jika ibu tidak datang hingga akhir latihan sepakbolamu, apa yang akan kamu lakukan? Saya akan katakan ke pelatih sepakbola saya bahwa ibu saya belum datang. Oke, apa yang mungkin pelatih  kamu lakukan? Mungkin dia akan menghubungi ibu. atau dia akan menunggu sampai ibu datang. Untuk beberapa anak, mereka memiliki sebuah rencana untuk mengurangi ketidakpastian.</p>
<p><strong>10. Cobalah untuk jadi model bagi anak anda dalam mengatasi ketakutan dan kegelisahan</strong></p>
<p><strong></strong>Ada banyak cara yang dapat anda lakukan untuk membantu anak-anak dalam menangani ketakutan dan kegelisahan dengan membiarkan diri mereka mengatasinya sendiri. Anak-anak selalu memiliki persepsi sendiri, dan mereka akan melihat cara anda dalam mengatasi ketakutan dan kegelisahan anda. Saya tidak mengatakan bahwa anda tidak akan stress dan gelisah, tetapi membiarkan anak anda mendengar atau melihat anda mengatasi kegelisahan anda dengan tenang, bertoleransi dengannya akan membuat anak anda mencontoh dan melakukannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/apa-yang-dilakukan-saat-anak-khawatir-gelisah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Kedua Akan Lebih Sukses</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/anak-kedua-akan-lebih-sukses/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/anak-kedua-akan-lebih-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 01:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah artikel dari themedguru.com yang menyampaikan hasil temuan yang diadaptasi dari buku Dr. Claire Hughes yaitu &#8220;Social Understanding and Social Live&#8221; menyatakan bahwa anak kedua akan lebih sukses dalam kehidupannya dibandingkan kakaknya, dan peran orang tua yang terus berkomunikasi secara intensif dengan percakapan akan meningkatkan kemampuan interaksi sosial mereka. Berikut adalah paparan singkat penelitiannya. Biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah artikel dari themedguru.com yang menyampaikan hasil temuan yang diadaptasi dari buku Dr. Claire Hughes yaitu &#8220;Social Understanding and Social Live&#8221; menyatakan bahwa anak kedua akan lebih sukses dalam kehidupannya dibandingkan kakaknya, dan peran orang tua yang terus berkomunikasi secara intensif dengan percakapan akan meningkatkan kemampuan interaksi sosial mereka. Berikut adalah paparan singkat penelitiannya.<span id="more-30"></span></p>
<p>Biasanya anak pertama akan sangat beruntung karena akan mendapatkan baju dan mainan baru pada kesempatan pertamanya, tetapi bagi anak-anak yang lahir setelahnya dan selalu berdebat dengan saudara/saudarinya akan jauh lebih populer dan sukses di sekolahnya. Sebuah riset baru yang dilakukan di Universitas Cambridge menyebutkan bahwa perdebatan seorang anak dengan saudaranya sebenarnya akan meningkatkan kemampuan sosial, kosa kata dan perkembangannya. Dr Claire Hughes, dari Newnham College Universitas Cambridge mengatakan bahwa keterampilan sosial dari anak-anak dapat berkembang pesat dengan adanya interaksi dengan saudara/saudarinya dalam setiap hal. Semakin agresif anak-anak tersebut, semakin sering mereka berdebat dan anak yang lebih tua akan mengalahkan anak yang lebih muda, maka mereka alan semakin belajar hal-hal yang kompleks terkait dengan komunikasi dan bahasa.</p>
<p>Proyek yang dinamai dengan &#8216;Toddlers Up&#8217; secara intensif mempelajari 140 anak yang berusia 2 hingga 6 tahun dengan menganalisa perkembangan kognitif dan sosial mereka selama lima tahun. Para peneliti mengambil sampel anak-anak dari keluarga yang orang tuanya berpendapatan rendah. Sekitar 43 persen anak yang disurvey memiliki ibu yang terlahir sebagai anak pertama, dan 25 persen dari keluarga mereka juga berada di bawah garis kemiskinan. Banyak pengujian yang telah dilakukan meliputi pengamatan dengan video terkait perilaku mereka, kuisioner terhadap orang tua, guru dan anaka-anak itu sendiri.</p>
<p>Para peneliti melihat bahwa kekalahan dalam berdebat pada anak-anak akan mengembangkan tingkat untuk berkompetisi dan membantu mereka dalam berhubungan secara sosial di masa depan. Hughes mengatakan bahwa saat anak-anak yang berdebat akan mernciptakan konfrontasi, dan saat orang tua begitu lelah untuk melerainya, disaat itu pula anak-anak mereka mempelajari kemampuan tentang sosialisasi. Pada pengujian tersebut anak kedua mengerjakan tes lebih baik dimana memiliki pemahaman sosial lebih baik dibandingkan kakaknya dan itu akan bermanfaat bagi kehidupan lanjutannya.<br />
Pandangan lama menyatakan bahwa anak-anak yang selalu berkonfrontasi tersebut sebenarnya bersaing untuk mendapatkan perhatian dan cinta orang tuanya. Faktanya adalah pemahaman sosial anak-anak dapat ditingkatkan dengan saling berinteraksi antar anak-anak tersebut dalam berbagai hal. Sebagaimana para peneliti sebutkan bahwa persaingan antar anaka-anak akan mempercepat perkembangan mental dan emosionalnya, dan juga akan meningkatkan kemampuan sosialisasinya.</p>
<p>Hughes mengatakan bahwa anak-anak yang menghasilkan tugas-tugas dengan baik terkait dengan pemahaman sosial mereka pada usia enam tahun datang dari keluarga dengan ibu yang selalu melakukan percakapan dengan anak mereka terkait dengan ide-ide, perbedaan pendapat, atau membicarakan hal-hal yang disenangi anaknya. Banyaknya perhatian yang diberikan akan memberikan dampak yang bermanfaat bagi anak-anak dengan cara melakukan percakapan antara keluarga. Ini menunjukkan bahwa kita perlu memfokuskan pada sifat dan kualitas percakapan itu dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/anak-kedua-akan-lebih-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Melipat T-Shirt Dengan Cepat</title>
		<link>http://forbelovedfamily.com/2011/04/cara-melipat-t-shirt-dengan-cepat/</link>
		<comments>http://forbelovedfamily.com/2011/04/cara-melipat-t-shirt-dengan-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 11:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forbelovedfamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[tip & trik]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forbelovedfamily.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Yang satu ini adalah trik bagaimana melipat t-shirt anda dengan cepat, kalau anda punya trik yang lebih cepat dari ini silahkan di-share di sini. Trik ini diambil dari YouTube, semoga bermanfaat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang satu ini adalah trik bagaimana melipat t-shirt anda dengan cepat, kalau anda punya trik yang lebih cepat dari ini silahkan di-share di sini. Trik ini diambil dari YouTube, semoga bermanfaat.<span id="more-24"></span></p>
<p><object width="480" height="390"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JV8VihyRwEQ?fs=1&amp;hl=en_GB&amp;rel=0" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/v/JV8VihyRwEQ?fs=1&amp;hl=en_GB&amp;rel=0" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forbelovedfamily.com/2011/04/cara-melipat-t-shirt-dengan-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

